Biduran part 3 (end…mudah2an end untuk selamanya)

ini tulisan pertama di tahun 2019… walaupun di bulan ketiga…dan somehow kayak ngerasa ada yang masi tertinggal (ecieeee…). Cerita tentang biduran yang sekitar 4 bulan tanpa henti muncul di tiap hari2… karena siapa tau cerita ini manfaat bagi orang yang lagi butuh info… Alhamdulillahiladzi bini’matihi tatimussholihat….Biduran itu menghilang perlahan-lahan hingga diakhir oktober menghilang secara total

Jadi sedikit rewind cerita di bulan Agustus 2018 kemarin, saya pun ga paham penyebab biduran itu muncul, sampai smua2 yang kira-kira berdebu dibersihin, bulu2 dijauhin…plus tiap pagi jemur badan, sambil tetep minum obat dari dokter beserta salepnya, pokoknya berusaha sesehat mungkin….dan akhirnya coba ke abu muhammad

Abu muhammad ini thibun nabawi, jadi penyakit dideteksi dari lidah, buat orang awam ga paham, tapi mereka punya sekolahan juga. Setahu saya abu muhammad ada di dua tempat, bekasi dan cileungsi. Akhirnya saya pergi ke bekasi pagi-pagi….abis subuh, iya…karena kepengen ketemu abu muhammadnya…beliau disana setiap hari senin, selasa,….dan lupa karena udah ga kesana lagi sejak sembuh. Setelah antri , dan baru dipanggil sekitar jam 10-1/211, akhirnya ketemu abu muhammad, dan abis liat lidah saya, beliau langsung komentar, tidur kemalaman,  minum kurang, lalu beliau nanya keluhan saya. ceritalah saya dengan semangatnya, oh iya sebagai tambahan, saya punya tumor payudara juga di ketiak, yang bernama mumu….jadi sekalian saya selipkan di keluhan….hanya sebentar, kemudian abu muhammad berkomentar biduran saya berasal dari paru-paru, sementara tumor saya berasal dari limpa, dua organ tersebut terganggu. Iya, saya paham bahwa medis tidak demikian mudahnya mengatakan diagnosa, sekali lagi ini thibun nabawi, bukan medis yang obat kimia, dan bukan alternatif. Setelah itu saya disuruh menunggu, menunggu racikan obat. Abu muhammad tidak mau disebut ustadz, beliau lebih suka disebut shinse, bagi yang penasaran dan belum ingin kesana, beliau juga ada di radio rodja 756AM setiap hari rabu (kalo ga salah dari jam 9 atau 10 pagi), dimana pendengar bisa mendengarkan penjelasan dan bisa bertanya via sms atau telp di akhir acara. kan mulai meracau….

kembali ke cerita saya menunggu nama saya dipanggil, kemudian saya menghadap bagian obat, karena ini thibun nabawi jadi obatnya bukan kimia ya, diracik disana langsung dan berbentuk jamu, jamu pagi (sebelum makan pagi jika tidak punya masalah lambung) dan sore (sebelum jam 7),  fungsinya obat ini sebagai penguat organ, tapi disamping itu ada beberapa pantangan yang harus saya hindari saat biduran masih terus muncul, diantaranya:

  1. tidur malam harus max jam 9, kalau insomnia nanti bisa minta obat biar bisa tidur cepet
  2. coret gula pasir (ini saya ganti gula aren selama hampir 4 bulan, dan gula aren tu emang pas banget ama kopi)
  3. coret santen, gorengan, dan jeroan
  4. coret nasi goreng, soto yang beli diluar (karena biasanya pas rebusannya ada jeroan yg dimasukin)
  5. coret rambutan, nangka, durian
  6. coret msg
  7. coret susu, telur, keju dan sebangsanya selama masi biduran
  8. coret seafood (kalau ikannya boleh, kalau selain ikan big no no)
  9. coret minuman dingin, minuman kemasan dan soda-soda an

dan ada beberapa yang mungkin saya lupa

untuk pertama saya harus kembali di pekan berikutnya

setelahnya bisa dua pekan sekali, atau bahkan wa aja

dan ini memang butuh disiplin diri sendiri, dan sabar, karena ini bukan kimia, jadi reaksinya baru saya rasakan di bulan ketiga, yang saya rasakan adalah biduran di pagi hilang, hanya ada biduran di siang, sore, malam

kemudian beberapa hari kemudian biduran di siang hari hilang, sisa biduran di sore dan malam hari, begitu seterusnya sampai akhirnya di akhir oktober sembuh total, dan semoga tidak kembali lagi sampai kapanpun…. dan di klinik abu muhammad, saya merasa bahwa, penyakit saya ringan, karena disekeliling saya penyakit yang cukup parah rata-rata…

bagi yang berminat ke alamat bekasi: bisa googling di google map

Klinik lugu alami abu muhammad (ini di rawalumbu bekasi ya)

atau bisa juga akses webnya

https://lugualami.net/

kalau kata ipar saya : Setiap sesuatu ada masa kadaluarsanya

Semoga Allah selalu menghiasi kita dengan kesehatan

dan semoga kita bisa mempertanggungjawabkan kesehatan untuk amal kebaikan

Semoga hisab kita di hari akhir mudah

Advertisements

Prioritas

Hari ini di pekan yang lalu, betapa tak bisa kuabaikan perasaan malu. Malu kepada Allah, dan seperti tamparan bagi diriku sendiri. Di suatu sore selepas ashar, kami biasa hadir di halaqah-halaqah di suatu masjid, mempelajari Al Quran, dibagi menurut kemampuan masing-masing murid, dengan beberapa pengajar yang sesuai kemampuannya. Allah merahmatiku dengan mengirimkanku pengajar yang sangat kusayang, beliau tak mau dipanggil ustadzah, sangat humble. Tibalah seorang ibu yang berumur 79 tahun, yang sebenarnya bukan murid kelas kami. Tapi pengajarku berkata, selalu ada pengecualian untuk bunda yang satu ini ^^. Ibu ini beberapa kali masuk ke dalam kelasku, dan guruku pun dengan sabar membimbingnya. Namun baru kuketahui ternyata setelah pensiun, ibu itu mempelajari Al Qur’an selama lebih dari 8 tahun. Maa syaa Allah, semoga Allah selalu memberi keberkahan dan perlindungan kepadanya.

Singkat cerita, kembali ke peristiwa pekan lalu, teman disebelahku seperti menangkap ekspresi sedih dari ibu itu saat mulai mempraktekkan Mad Tabi’iy pada Fawatihus Suwar, karena belum pas ketukannya, tidak ada yang menekannya tapi sepertinya ada ekspresi sedih beliau karena belum bisa menguasainya. Setelah membahas teori maka kami mulai diminta tilawah satu persatu, dan sampailah giliran ibu tersebut. dan pada suatu waktu, ia meneteskan air mata, guruku pun menyemangatinya…kemudian ibu itu bercerita sambil meneteskan air mata, bahwa dirinya sedih karena belum stabil membaca, satu malam sebelumnya ia mengaji di rumahnya dari jam 8 malam sampai 11 malam, direkam di hp, kemudian didengar ulang, dan menyadari masi banyak kesalahan…..terus menerus ia cermati…

Akhirnya guru saya menenangkannya dan memotivasi beliau, dan khusus untuk beliau boleh menyetor tiap ayat dalam sehari

ini tamparan keras, entah bagi saya pribadi atau mungkin sekelas..

Ibu itu berusia79 tahun,dengan catatannya yang rapih, dengan tarikan nafasnya yang lebih pendek ketimbang murid yg usianya berada dibawahnya, dengan langkahnya yang mulai berat, dengan rumahnya yang cenderung jauh dan beliau naik angkutan umum…beliau sedih dengan belum sempurnanya bacaan beliau. Semangat dan usahanya, murojaahnya, jujur saya kalah telak…sangat kalah telak…malu kepada diri sendiri terlebih kepada Allah yang sudah memberikan nikmat sehat, usia yang seharusnya dimanfaatkan lebih. Sungguh dunia ini penuh dengan perhiasan semu, berbagai aktivitas dunia yang menyita bahkan waktu yang terbuang saat mata tertuju di sosmed dan whatsapp seringkali membuat prioritas bergeser tanpa disadari. Sungguh betapa waktu adalah modal, dan tanpa sadar seringkali modal itu terbuang percuma. Semoga Allah merahmati para pengajar AlQuran dan membimbing kita semua…

عَنْ عُثْمَانَ – رضى الله عنه- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
رواه البخاري

Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.”

Hadits riwayat Bukhari.

Biduran part 2

Hampir 3 pekan biduran ini belum hilang

Alhamdulillah alaa kulli hal

Bekam done

Asupan sayur dan buah menyesuaikan

Jarang keluar rumah menghindari in case angin sore atau malam

Ke dokter done

Walaupun agak bikin sedi juga pas ngasi tau keluhan, dokternya bilang, ok baru dua minggu ya

Beberapa orang termasuk nyokap pun lebi ngasi support untuk bersabar

Hehe padahal selama ini banyak ngeluh ini itu, tp pas dikasi gatel2 ini agak ngefek ya…kalo ga gini ga nyadar kemaren2 biarpun rentek tp sehat, tinggal diistirahatin pun kelar gitu. Nah kalo yg ini bidurannya aja ampe berubah bentuk dan jam muncul

Tadinya cuma muncul malem

Cuma sekarang da ga kenal jam lagi

Ga tau ada pengaruh dr biduran apa ngga, cuma hari ini berasa lemes puol sama agak pusing

Ga kepengen mikirin sebenernya

Cuma biasanya ni biduran kempes kalo da siang dan gatelnya berkurang

Cuma ini ga kempes2 plus pinknya keliatan banget kok yaaa dan panas

Padahal minum obat pagi ama malem ontime cuma kayak ga ada pengaruh pun

Hari ini coba minum air alkali

Which is ga tau juga si ni alkali apa bukan, berhubung di apotik terdekat ga jual, plus di alfa tersedia total 8+ yg harusnya si ini air alkali yaaa

Itu pun kmrn dpt rekomendasi dr bels yg kasi link youtube orang yang da berbulan2 biduran pun….

Biduran, i wish i know knapanya kamu muncul

Biduran

it’s been a while dan aku pun kangen meracau karena……in a real life ceritaku tak penting…

Biduran..sejenis bentol2 kecil yang akhirnya bergabung menjadi seperti pulau-pulau…besar..dan gatal, biasanya karena alergi atau perubahan suhu

Dan aku pun meracau tak bermaksud mengeluh…Alhamdulillah alaa kulli hal…Setiap sakit termasuk penggugur dosa. Dan aku pun girang karena dosa pun bertumpuk tumpuk

Tapi jujur agak membuat parno juga karena sebelumnya pola hidup agak keteter karena banyak yang harus dikerjakan dalam satu waktu, walaupun bukan pekerja kantoran apalagi mahasiswa…

Saya hanyalah pelajar yang mencari tempat gratisan

hahahahha….oot pun yes

Kenapa parno? karena teman-teman dekat pun ada yang punya sejarah dengan ginjal, diabetes, liver, dll

biduran ini terjadi setiap hari…tepatnya malam dan pagi…dansudah  hampir seminggu

Pertama yakin tak ke dokter, karena…ini cuma biduran yang awalnya disepelekan…karena dulu pun pernah sekali di zaman kuliah yang telah lampau 15 tahun wkwkkwkw…dan cuma berlangsung semalam

Hari kedua : parno diabetes karena gatal2 terus menerus…mulai dari herocine, minyak zaitun, dan balsem geliga..hanya bertahan beberapa jam….jadilah mengkonsumsi salak…

dan ada beberapa hal yang harus dicoret

kopi manis di pagi hari coret

susu coklat dimalam hari yang menjadi rutin pun coret…

Hari ketiga:

Lemes, ga bergairah, semua tugas ditinggalkan bahkan yang deadline pun, hampir seharian tidur…lalu mulai track ke hari2 sebelumnya, pola makan yang junkfood, lemak, manis2an dan minim: sayur / buah, air, tidur, lelah berkepanjangan selama dua pekan. Dua pekan sebelumnya pun telapak kaki sakit untuk menapak dan sendi2 sakit, sehingga di awal curiga asam urat….finally ingat teman yang ada kasus ginjal, yang gatal2 karena darahnya terlalu banyak racun…dan akupun parno.

Saking parnonya beli semangka, nanas, dan air kelapa, tak lupa vit c di malam hari

konyol….

Ya konyol karena minggu-minggu sebelumnya mengabaikan tanda tubuh ga fit, aktivitas tak dikurangi, PR lain pun menumpuk, tp asupannya minus. Giliran tubuhnya dah terlanjur ngambek, baru deh dibaek2in..kasep….aasiif ya tubuh

hari ke empat : biduran hanya muncul di pagi hari

hari ke lima : biduran mulai muncul di malam hari

Akhirnya seperti biasa mulai kek ala ala dokter yg googling geje…end upnya menyimpulkan butuh antihistamin (kalaupun ada yang baca ini, jangan ditiru, googling ala ala itu seringkali malah bikin puyeng iya,,sembuh kagak)…baik alami dan obat, cuma untuk obat…setelah dipikir ga dibeli pun..karena takut kek panadol merah yang selalu siap sedia…ngegampangin kalo ada obat..migren dikit minum, pusing dikit minum…

Ety pun sianan keknya ma aku…dari hari ke dua da nawarin buat anterin in case mau check ke rs atau ke abu muhammad. Tapi entah kenapa pen usaha ga minum obat-obatan…

walhasil satu ujianku missed, hari ini pun harusnya setoran apalan…tp mama kayaknya masi ga tenang kalau keluar rumah hari ini…Tapi tadi…Ety cerita..Ustadzahku doain di kelas ^^

nnnnnggggg…ustadzahku tak tau…kalau aku cuma biduran…biduran maaf yes kusepelein..

biduran…aku sempat ingin memberimu nama…seperti mumu..tapi kau begitu banyak…timbul hari ini disini..besok disana…

Biduran..markitdur..hari telah malam..maafkan aku membuatmu bergejolak ya histamin…tak perlu sering2 kau keluar…

Tubuh…maafkan aku…yang tak sadar sudah 30 plus plus ini tp kelakuan masi 20 minus

tertanda

Si siput

 

Updatean (serasa diary):

Day 6 : 09/08/2018 : menjelang dzuhur mulai bentol2, akhirnya tak tahan, coba ke tempat bekam yang di rawamangun, pulang rada entengan , terutama bagian leher dan punggung yang suka pegel…gatel masih sedikit, tp alhamdulillah belum muncul bentol-bentol lagi. Beli air jahe ditempat ibu2 yang jual susu jahe, tp tanpa susu….aaaakuuuu kangen susuuuu, sementara makan bubur +pisang dulu…aku rindu lemaak

Day 7 : 10/08/2018

Kemarin berharap bisa tidur cepet dan harapan bentol gatel hilang…tapi ternyata…karena ada yang harus dikerjakan walhasil baru ke kasur set 12, dan ga bisa tidur sampe jam 3an….bangun2 bentol kaki dan tangan hampir seluruhnya…dan somehow ga kaget hiks…

Jadi bertekad beli loratadine atau incidal plus caladine cair…

Jadi bekal hari ini…bubur beserta wedang jahe, incidal od, caladine cair, sabun bidara tsumma tawakkal….dan somehow diri ini ngerasa udah fix…maximal 3 hari setelah minum incidal mudah2an baik…yes..akupun tsumma tawakkal

 

Merindu

Sedih, kenapa kau menyapaku di pagi hari? Tak malu kah kau dengan penciptamu? Begitu banyak nikmat tapi kau bisa mendominasi dengan sangat maksimal di hari ini? Tapi aku tak kan mengusirmu kali ini, ku biarkan kau ada beberapa saat hingga diri ini puas mengeluarkan racun-racun, biar firman Allah yang nanti menetralisirmu

Sedih, biarkan kali ini aku berbicara langsung denganmu. Kau tahu? betapa lama proses hidupku saat kau muncul, kau kusembunyikan? Dulu sangat saat kau muncul aku tak menunggu waktu lama untuk mengutarakannya ke teman akrabku, Qadarallah yang satu sudah menuju alam yang lain, yang satu sudah melanjutkan kehidupannya di tempat lain. Kadang kumerindu mereka saat kau datang….

Tapi….kenapa rindu itu datang justru pada saat sedih?

Apakah mereka bisa membantu secara langsung? sepertinya tidak…tp mungkin hadirnya reaksi atau ada untuk mendengar itu yang membuat mereka menjadi terpikir saat kau hadir. Padahal Allah selalu ada siap mendengar, hadir, dan selalu mengabulkan setiap doa, bahkan selalu memberi lebih dari apa yang kita mohonkan

Aku…lebih memilih untuk tidak mengeksposmu, tak perlu orang tahu saat kau hadir di hatiku. Karena sabar itu ada di reaksi awal, jadi aku harus melatih diri, bukankah ganjaran orang sabar adalah surga, dan sabar tak mudah, tapi Allah lah yang bisa membuatnya menjadi lebih mudah. Lagipula kau adalah peluangku duhai sedih, tiap kau hadir, kuyakin Allah sedang menggugurkan dosaku. Peluang pun untuk berdoa.

Duhai sedih, semoga aku bisa terlatih mengontrolmu. Harusnya aku malah berterimakasih kepadamu, karena hadirmu pun seringkali membuatku rindu bukan kepada manusia semata 🙂 Aku rindu tempat asal manusia, aku rindu Allah, aku rindu utusan Allah, aku rindu sesuatu yang belum kulihat, tp terasa indah sudah. Aku rindu 🙂

Duhai sedih, sering ketika kau hadir aku baru bisa memaknai sesuatu yang kadang aku sendiri tak menyangka isi hatiku. Duhai sedih sepertinya kau pun selalu hadir saat syukur hadir. Duhai sedih, tahukah kau? mungkin rindu dan dirimu saling melengkapi satu sama lain 🙂

—————————————————————————————————————————————–

Anak Raja Bukanlah Si Anak Manja

Anak Raja… julukannya, tiba-tiba ia teringat tentang julukan itu. Julukan yang awalnya karena dirinya manja, walau bukan ke semua orang, bahkan dia tak pandai bermuka dua, tak pandai menjilat, dan terlalu transparan saat isi kepala memaknai sesuatu.

Anak Raja, hari itu tiba-tiba merasa julukan itu memang pantas untuknya, karena ia memang anak dari sang raja. Raja yang diseganinya berbelas-belas tahun yang lampau, dihindarinya namun selalu diharapkan hadir dengan perhatian khususnya.

Anak Raja pekan ini bersedih, karena sang raja terkulai lemas tak berdaya. Bahkan dikhawatirkan tak lagi dapat mengenalinya. Berita itu datang tiba-tiba, si anak raja berusaha kuat walau lututnya tak dapat berpura-pura kuat. Bahkan berita ini lebih mengguncang jiwanya sesaat dibanding peristiwa lain yang telah mengagetkan dirinya di bulan lampau. Jarak memisahkannya dengan Ayahanda. Sang anak paham, tak kan ada suatu peristiwa yang terjadi tanpa seizin Allah, ia paham bahwa inilah saatnya bersabar dengan takdir Allah, Ia yakin bukan fisiknya yang bisa bermanfaat, namun doanya bagi ayahanda. Sedih manusiawi, tapi sungguh Allah lebih mengerti dari diri kita sendiri, maka ia pun berusaha memupuk kembali semangatnya, Ia yakin skenario Allah terbaik, Allah menyayangi makhluk-makhluknya, Allah Maha Baik.

Kemudian ia mengingat dan mengenang kejadian beberapa bulan yang lampau. Suatu waktu di pertengahan tahun, kala itu, pertama kali setelah sekian lama ia tak berkomunikasi dengan sang raja, entah bagaimana…namun Allah menggerakkan hati si anak raja untuk menghubungi ayahanda, menanyakan kabarnya, meminta maafnya, meminta Ridhanya, ingin berjumpa dengannya. Kala itu si anak menyadari sesuatu, banyak hal yang sudah terlewat. Sang anak menyesal sangat, namun tak ada yang bisa merubah apa yang sudah lampau.

Si anak raja memiliki beberapa kakak, tapi dari sekian banyak kakak, ada satu kakak yang membekas kebaikannya di hatinya saat ia masi kecil, putra mahkota yang mengetahui semua hal, ia tegas namun berhati lembut. Putra mahkota tak tahu betapa adiknya peduli kepadanya.

 

Ada satu doa yang selalu mengiris hati sang anak raja setiap kali ia mengucapkannya

Si Anak Raja berdoa dengan hatinya

“Ya Allah, izinkan Aku bertemu kembali dengan ayahandaku di Surga-Mu, karena di dunia ini terlalu banyak luka diantara kami sementara aku ingin lebih lama berada di sisi ayahanda tanpa penyakit dan luka di hati kami. Izinkan kami bersama kembali Surga-Mu kelak dalam keadaan bersih ya Allah”

 



“Tak semua keluarga berjalan seperti tingkat kenormalan menurut manusia, seringkali mereka yang tidak berada di jalur normal seringkali lari, berhenti setelah menyadari, dan ketika kembali justru banyak hal yang sudah terjadi, saat menepi justru memahami terlalu banyak yang dilewati. Terkadang kita terlalu sibuk memikirkan yang akan datang, atau sibuk mengenang luka lampau. Mungkin alasan dan berjuta alasan yang benar maupun yang dibuat-buat menjadi teman dari alasan lupa,  lupa tentang apa yang kita miliki kini, lupa menghargai saat ini, lalai mensyukuri nikmat di hari ini, kurang berkonsentrasi dalam mencintai orang-orang terkasih. Kemudian yang tersisa hanyalah penyesalan yang sudah tak bisa lagi diperbaiki”

 



 

Should I keep it?

 

Hari ini ga hujan, justru bulan sedang terang dan bintang bertebaran dan jemuran belum diangkat haahaahaa. dan entah kenapa ingin sangat menyeruput susu coklat kayu manis di malam yang manis ini sebelum terbuai di alam dimana roh berpisah entah sesaat atau selamanya. Dan rangkaian kata hari ini biarlah tersusun tak sempurna sesuai alur huruf dikepala dan tarian jari di keyboard yang sudah lama tak tersentuh.

Hey..Me….si siput yang bermetamorfosis…Sepertinya kamu tak lagi menjadi siput walau kaya rasa di hati dan kepala

Should I keep it this blog? Or shouldn’t I?

Should I delete what I’ve been posted? Or shouldn’t I?

Banyak hal berubah di tahun ini, termasuk gaya hidup dan pola tidur. Ini agak ajaib pun ya jam segini masi melek, si siput yang dulu udah makin awal tidur, dan si siput lebih bahagia…apa sih wkwkwk…mulai meracau kesana kemari

Dear me..if u read this post again after a long time..then you should be grateful 🙂 Bersyukurlah, karena nikmat yang Allah beri tak ternilai ^^ sangat amat berharga

Ini terakhir kali posting ternyata awal tahun ya hahaha… and a lot of things happen, and its a good thing ^^ karena semakin dipikir, skenario skenario Allah indah sangat, seringkali membuat terharu, bahkan lebih ^^ apa ya bahasanya

Bergetar…nyesss….trembling….meleleh 🙂

Dear me… betapa banyak nikmat yang kau rasa,

Awal tahun dirimu mulai merasa makin ga nyaman dengan jualananmu, dengan sistem po, dropship dan hal2 yang selalu membuatmu ga nyaman dibeberapa bulan sebelumnya, walaupun kau baru stop di April.

Mean while kau dipertemukan dengan teman teman baru, teman-teman yang hadir karena Allah mengirim mereka untuk berjuang bersama, dan kamu pun perlahan mulai menyadari satu persatu doa doamu sesungguhnya telah dikabulkan oleh Allah, hal yang mungkin bagi orang lain sepele, namun berharga bagimu. Kau dipertemukan dengan lingkungan yang ikut mendorongmu melangkah walau perlahan, berani tanpa malu dan ragu mengutarakan mana yang haq tentunya dengan adab, dan kamu menyadari betapa beda rasanya teman seperjuangan, mereka akan menasehati dengan segenap hati, bahkan kadang dengan “tamparan” hanya untuk membuatmu sadar jika kau mulai berbelok arah. Semoga kau dan mereka kelak dapat reuni di syurga

Ramadhan tahun ini pun berkesan, tak perlu kuingatkan lagi 🙂

Pun kau mulai menikmati betapa menyenangkannya menyambung tali silaturahmi 🙂 menyenangkan saat Allah meletakkan rasa senang di dalam hatimu tentunya, karena segala kebaikan datangnya dari Allah

Oktober pun kau kembali mulai takjub lagi dengan rahmat dan karunia yang Allah beri, sesuatu yang selama ini mengganjal di hati mulai terurai, segala puji bagi Allah, Alhamdulillah Allah memperbaiki hubunganmu dengan manusia manusia

Dan ini desember, awal desember 🙂 Dan kau pun mulai berpikir should i keep it? or should i delete it? karena kau merasa berubah, kau merasa tak seperti siput lagi, dan kau mempertanyakan apakah postingan ini cukup berguna? ataukah akan menjadi pemberat di akhirat….

Dear me, dimasa datang, jika masih menyimpan postingan2 ini, jangan tertipu dengan kata hijrahMu, bisa jadi selama ini kau hanya jalan ditempat dan ujub akan dirimu

Sudah jujurkah kamu dalam berhijrah

Sudah berusahakah kamu untuk selalu istiqomah

Sudahkah kamu mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wasallam diatas segalanya

Bagaimana kau merasakan peningkatan ilmu dan mengamalkannya?

Bagaimana hafalan qur’anmu, sudah sejauh mana? sudah berapa juz? ataukah masih terjungkal di juz yang sama?

Bagaimana bacaan qur’anmu? mampu berapa kali hatam kamu dalam satu bulan? ataukah kau masih berjuang dengan lembaran dan juz?

Jangan tertipu wahai diri, apa yang sudah kau amalkan sejak kau tau ilmu ini dan itu

Apakah sudah kokoh fondasimu saat ini, manhaj dan akidahmu

Jangan malas duhai diri, jika kau mengejar surga, maka surga tak bisa digapai dengan berleha-leha, berlelah-lelahlah wahai jiwa…di bumi ini bukan tempat beristirahat

Seberapa yakin kau dapat menjawab 3 pertanyaan di alam kubur?

Duhai jiwa, duhai diri, duhai aku bersemangatlah, berlarilah, bersungguh-sungguhlah jika kau jujur ingin melihat wajah Allah dengan bahagia 🙂

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullohu berkata:

“Maka makhluq yang paling beruntung, paling agung kenikmatannya dan paling tinggi derajatnya adalah makhluq yang paling besar mutaba’ahnya (sikap ikutnya) dan kesesuaiannya dengan beliau (Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam) baik secara ilmu maupun amalan.”

(“Majmu’ul Fatawa”/4/hal. 26).

 

 

“Pesan”

Lucu (ini ngomongnya rada getir), lucu karena seharian ini ada rasa gloomy teramat sangat karena isi kepala sisiput yang sibuk menari nari, dan sepulangnya saya dari beraktivitas saya teringat ingin menuliskan sesuatu dari minggu kemarin (sebetulnya topik lain). Tapi alih-alih langsung menulis saya sempat membuka ig hehe..

kira2 baru 1 scroll saya lihat satu meme yang membuat saya tersenyum ringan

“Tidak perlu terlalu bersedih dalam urusan dunia. Kita cuma bertamu sebentar disini” @dewopakde

kalimat yang sering saya ucapkan ke sekitar saya maupun ke diri saya sendiri ^^ MasyaaAllaah teringatkan seketika

sedikit scroll lagi ada video, ntah kenapa sisiput ini mengklik randomly, padahal captionnya “cara cepat keluar dari cobaan”

dan di bagian akhir ada hadits yang cukup familiar dan membuat senyum saya semakin tinggi

HR. Muslim no 2573

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkan, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”

Begitu baiknya Allah sampai sedihpun bisa menjadi penghilang dosa 🙂

Lalu saya scroll kebawah sedikit lagi, saya melihat meme

Laa Tahzan InnAllaaha Ma’anna…Jangan bersedih, karena Allah selalu bersama kita

^^

Well, i don’t believe in coincidences 🙂

I believe that everything happens for a reason

Simple, namun seringkali terabaikan 🙂

Sisiput ini percaya, pesan-pesan ini hadir di waktu yang tepat karena suatu alasan, bukan baper, bukan cocoklogi…at least for me ^^

Alhamdulillah mendapatkan pesan-pesan dari berbagai macam sumber, kadang melalui teman baik disengaja maupun tidak, kadang lewat socmed, kadang kajian, dan dari segala sisi yang kuyakin bukan kebetulan semata. Yang baik selalu datang dari sang pencipta ^^

Pengingat bahwa tak ada gunanya mempertanyakan “kenapa” atau berandai-andai, membuka pintu syaitan, pun berkutat hanya di rasa, pun melupakan syukur

 


It is difficult to be patient, but to waste the rewards for patience is worse

– Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu’anhu –


 

Desember

Tentang bulan desember…..

 

Time travel fast, flashback ke masa-masa tahun lalu

Tahun lalu terasa begitu berat, saat itu. Ya saat itu, mulai dari awal 2015 perlahan satu persatu dalam hidupku terasa pergi menghilang, entah itu passion, entah itu personal life, entah itu management keuangan, ataupun management kehidupan

Tahun lalu bahkan aku sempat membenci diriku, tak tahu mengapa semua berserakan, berhamburan, menghilang

Yang “kuanggap” terjaga, pelan-pelan satu persatu lenyap

Yang “kuyakini”, pelan-pelan seperti berjalan sendiri tak kuasa ku cerna

 

Tahun 2015, tahun dimana beberapa orang yang kupercaya perlahan seperti berubah

Entah mereka yang berubah atau aku yang berubah

Entah berapa banyak tangis, entah berapa kali aku ingin menghilang…ting

Beberapa kalimat-kalimat bahkan seperti menempel dikepalaku sampai saat ini

 

Tahun 2015, tahun penuh transisi, tahun yang kuanggap pada saat itu, semuanya hancur

Tahun dimana aku “merasa” sendiri dan sering berkata “AKU INGIN MENGHILANG”

 

Sampai disuatu perenungan 🙂

Kalau besok aku mati, hari ini aku mau apa?

This is my turning point

Takut mati dan cinta dunia 🙂 virus ini ternyata telah menjangkitiku

 

Transisi turning point ini pun, masih juga aku mempertahankan beberapa hal yang penting saat itu, hal yang kuanggap berharga karena sudah bertahun-tahun kuanggap terjaga

Transisi yang membuatku, menemukan Allah lebih dekat dibanding tahun-tahun sebelumnya

 

Tangisan, kesedihan, kekusutan di kepala, belum lagi sibuknya merancang cara memecahkan masalah di kepala

Manusia ^^ ya, aku lupa aku hanyalah manusia

Yang kuingin belum tentu baik, yang kujaga belum tentu mendapat ridha-Nya

 

KEMUDIAN datanglah 2016

Beberapa bulan awal 2016 transisi itu pun masih berat, yang bisa mengusap tiap luka hanya Allah saja 🙂

Hanya Allah, selalu Allah, cukup Allah

2016 merupakan awal terasa nikmatnya berserah diri dalam perenungan

“Aku tak mau kehilangan Allah, titik ini…aku melewati banyak proses untuk “menemukan” Allah ”

 

Allah selalu sayang kepada umat-Nya, namun aku terlalu banyak dosa sehingga sebelumnya tak mampu bergetar merasakan kasih sayang-Nya, mensyukuri tiap nikmatnya, terlalu terlambat membaca setiap pesan-Nya

Padahal jika kurewind, ternyata 2013 aku sudah memulai melangkah, namun terlalu lambat, tak berusaha istiqomah dalam hijrah

 

2016

DI awal tahun, masa dimana aku memutuskan untuk ta’aruf ^^ namun gagal, tak mengapa…aku memohon yang terbaik bagi diriku dan agamaku, dan Allah melindungiku. Aku yakin akan janji Allah ^^ cukup fokus di perbaikan diri, jika belum waktunya berarti masih banyak yang harus kuperbaiki

 

Maret, dimana aku harus mengambil keputusan untuk menutup toko, dan berdagang online hanya di rumah. Di awal aku menganggapnya sebagai kemunduran 🙂 tp Alhamdulillah beberapa bulan kemudian jiwa ini lebih tenang berada di rumah, sekali lagi Allah melindungiku, dan aku makin mantap dengan konsep sebaik-baiknya tempat perempuan memang di rumah.

 

Masa dimana…ah terlalu banyak untuk diceritakan. Tapi itu semua masa lalu ^^ semoga terampuni semua dosa-dosaku. Hijrahku pun masih lambat, temanku pun sudah banyak yg melewatiku dalam hal ilmu. Namun satu yang kupelajari di tahun ini ^^ rencana Allah itu selalu indah, adapun masa prosesnya kadang manusia ( aku) kurang bersabar, padahal manusia makhluk yang bisa mudah beradaptasi. Ya aku cenderung tergesa-gesa tanpa mencerna

 

Desember 2015 bisa jadi tangis dan luka menyelimutiku, Alhamdulillah 2016 aku menyadari Allah menyelamatkanku, membuatku teringat akan tujuan hidup manusia, hal terpenting yang sering terlupakan demi target duniawi. Dan sungguh, duniawi ini tak akan dibawa saat mati, semua titipan Allah, semua akan dipertanyakan  kelak, dunia fana ini seringkali mengecoh, dengan berbagai bungkus warna warninya.

 

Curcol kali ini kupersembahkan untuk diriku yang kemungkinan besar makin memudar memorinya dikemudian hari ^^

Be brave, be kind, stay humble, keep positive, keep upgrade ur faith nad

Seberapa besar masalah yg kau hadapi, Allah selalu dekat

Seberapa banyak nikmat yang kau rasakan, Allah selalu berada di balik itu semua

Di akhirat kelak akan ditanya apa yang telah kau lakukan ^^

 

-si siput-

Suatu hari di bulan desember 2016

Blog at WordPress.com.

Up ↑